CGP

KEEP STUDYING SOCIAL STUDIES AND GEOGRAPHY WITH KUSRINAWATI,S.Si

14 Feb 2021

INOVASI PELATIHAN DI SAAT PANDEMI

 

    Sejak tanggal 11 Maret 2020, WHO mengeluarkan pernyataan bahwa Covid-19 telah menjadi pandemic. Pandemi itu sendiri adalah wabah penyakit yang terjadi secara luas di seluruh dunia. Dengan kata lain, penyakit ini sudah menjadi masalah bersama bagi seluruh warga di dunia. Berbagai kebijakan diambil oleh Pemerintah untuk meredam peningkatan kasus covid-19 ini. Diantaranya diberlakukannya work from home dan BDR (Belajar di Rumah) untuk peserta didik. 

    Pemberlakukan WFH dan BDR ini tentunya harus ditunjang dengan kemampuan guru sebagai pendidik dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).  Kemampuan guru di bidang IT menjadi salah satu faktor penting dalam PJJ. Bagaimanakah cara guru meningkatkan kemampuan di bidang IT?

    Sebelum terjadinya pandemi covid-19 ini, guru mendapatkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya. Tentunya hal ini berlaku pula di saat pandemi. Hal yang membedakan pelatihan sebelum dan sesudah pandemi adalah dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan pelatihan bagi guru di masa pandemi ini dilakukan secara daring. Ini merupakan bentuk inovasi pelatihan di masa pandemi.

    Berbagai macam pelatihan ditawarkan dan mayoritas adalah gratis. Pelaksanaan pelatihan secara daring ini juga mendapatkan perhatian khusus bagi guru. Dalam pelaksanaannya, guru diharapkan memahami berbagai aplikasi yang digunakan sebagai bentuk pertemuan virtual. Aplikasi yang tergolong baru bagi saya dan rekan-rekan sebagai guru SMP. Yaitu aplikasi Google Meet, Zoom Cloud Meeting, Webex, Microsoft Teams dan masih banyak lagi.

    Penggunaan aplikasi tatap muka virtual ini perlu dipahami oleh guru sebelum melakukan kegiatan pelatihan virtual. Materi pelaksanaan pelatihan ini tentunya berkaitan dengan pembelajaran jarak jauh. Berbagai hal yang mendukung terlaksananya pembelajaran jarak jauh yang efektif dan efisien menjadi tema pelatihan terkini.

    Waktu pelaksanaan serta durasi pelatihan virtual ini bermacam-macam. Ada yang mulai dari pukul 08.00-12.00 WIB, 13.00-16.00 WIB bahkan malam hari yaitu 19.00-21.00 WIB pun ada. Guru menjadi leluasa dalam menentukan waktu yang tepat agar tidak mengganggu proses PJJ dengan siswa. Hasil dari pelatihan ini pun bisa langsung dipraktekkan kepada siswa. 

    Analisa ketersediaan sarana dan prasarana peserta didik menjadi hal utama untuk penentukan PJJ yang tepat dan efisien. Kerjasama dengan wali murid menjadi lebih intens untuk bisa menciptakan suasana pembelajaran jarak jauh yang optimal. Penguasaan teknologi menjadi hal utama dalam masa pandemi ini. Guru menjadi lebih mandiri, yaitu terus mengeksplor kemampuannya secara mandiri melalui youtube dan juga pelatihan virtual. Siswa pun sama. Dengan bantuan orangtua, siswa menjadi seorang pembelajar mandiri dan mengeksplor pengetahuan melalui berbagai sumber.

    By KUSRINAWATI


13 Feb 2021

ORGANIZING THE ENVIRONMENT TO IMPROVE LEARNING COMFORT

 

     SMP Negeri 2 Kramatwatu terletak di bagian utara Kota Serang, berada pada cakupan lanskap pantai. Perlu kita pahami bahwa daerah yang berdekatan dengan lanskap pantai akan cenderung terasa lebih panas dan kering.



     Dan suasana lapangan sekolah dan sekitarnya didominasi oleh perkerasan (pavement), sehingga iklim mikro pada kawasan sekolah akan cenderung panas.

   Untungnya, saat ini sudah ada beberapa pohon, perdu dan semak yang membantu menurunkan suhu, sehingga membuat iklim mikro sekolah terasa tetap nyaman. Sepertinya elemen hijau (tanaman) semakin dibutuhkan saat ini, mengingat lokasi sekolah yang berdekatan dengan pantai juga kebutuhan siswa dan guru akan ruang hijau sebagai upaya peningkatan kenyamanan dalam kegiatan belajar-mengajar.

    Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Banten kemudian datang membantu sekolah kami untuk menata lingkungan, sehingga sekolah kami memiliki ruang terbuka hijau yang cukup nyaman dan estetik.

Berikut adalah dokumentasi kegiatan penataan lingkungan di sekolah kami :


 


Pengecatan tembok dan planter box oleh siswa

Pengecatan tembok sekolah dan planter box dilakukan oleh siswa dan tentunya juga di bawah pengawasan dan pendampingan guru disana. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan di luar jam sekolah. Siswa sangat senang dilibatkan dalam menghias sekolah. Saking semangatnya ada siswa yang sampai lepas baju. Mungkin karena kondisi cuaca yang cukup terik saat itu.

Supply alat dan bahan peningkatan RTH ( Ruang Terbuka Hijau) di sekolah dilakukan bersama oleh seluruh civitas akademika, seperti pot, pupuk, kompos dan tanaman. Para siswa dan guru juga staff saling gotong-royong mulai dari penyediaan bahan sampai pelaksanaannya. Kerja sama yang baik!

Menambah penanaman tanaman aromatik di area sekolah sebagai bentuk peningkatan kualitas kenyaman di sekolah kami. Kami juga menanam tanaman estetik di botol plastik bekas. Hal ini tidak hanya menambah keindahan di sekolah, juga recycle sampah plastik di sekolah. Keren kan?

Penataan sekolah tidak hanya di luar saja. Ruang kelas sekolah kami pun dipercantik agar siswa semakin betah belajar dan nyaman. Siswa mendekorasi ruangan kelasnya sendiri, jadi merekapun puas belajar dalam kelas yang bersih dan indah. Keren khan….!!! Penataan kelas dan lingkungan sekolah yang bersih, indah dan nyaman bermanfaat untuk meningkatkan kenyamanan siswa dalam belajar.



Itulah kenangan kami 2 tahun lalu sebelum pandemi covid-19 melanda. Meskipun demikian, sekolah tetap menjaga kebersihan dan keindahan sekolah dengan melibatkan siswa. Siswa yang datang hanya beberapa orang saja untuk bergantian dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah. Kami menyebutnya “wisata sekolah”.


By KUSRINAWATI

12 Feb 2021

YOUTUBER DADAKAN

 

    Indonesia mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus covid-19 pada awal Maret 2020. Sejak itulah segala upaya penanggulangan penyebaran covid-19 terus dilakukan oleh Pemerintah. Pandemi covid-19 ini berdampak pada semua sektor kehidupan. Tidak hanya sektor kesehatan tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan. Hal ini karena adanya pembatasan aktifitas secara berkelompok yang menyebabkan sektor pendidikan harus menonaktifkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

    Pemberlakuan belajar di rumah menyebabkan kepanikan tersendiri. Kebingungan menerpa peserta didik, wali murid bahkan guru. Kegiatan pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif terbaik untuk menangkal penyebaran virus covid-19 ini. Pembelajaran jarak jauh ini terdiri dari daring dan luring. PJJ daring secara khusus menggabungkan teknologi elektronik dan teknologi berbasis internet. Sementara PJJ luring dilakukan melalui siaran televisi, radio, modul belajar mandiri, bahan cetak maupun media belajar dari benda di lingkungan sekitar.

    PJJ luring di Kabupaten Serang melalui siaran televisi lokal yaitu Banten TV pernah dilakukan. Tetapi hanya mata pelajaran matematika, IPA dan Bahasa Inggris saja. Sehingga mata pelajaran lain belum terpenuhi. Guru mencoba menyediakan modul yang disusun sendiri dan penyebarannya dilakukan melalui WA Grup. Dan ini cukup efektif.

    PJJ daring juga perlu dilakukan mengingat orangtua siswa yang merasa kebingungan saat mendampingi anaknya dalam belajar di rumah. Wali murid menginginkan guru juga bisa menjelaskan secara langsung tentang materi pelajaran. Beberapa cara dilakukan yaitu dengan menggunakan aplikasi meet, zoom, maupun webex sebagai sarana tatap muka. 

    Permasalahan baru pun muncul. Banyak siswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan tatap muka virtual tepat waktu. Sehingga mereka pun tertinggal saat guru memberikan penjelasan. Muncullah ide dari guru untuk memberikan beberapa link materi pelajaran yang ada di  youtube. Awalnya semua berjalan lancar.

    Penggunaan link video youtube menuai beberapa protes dari orangtua murid. Hal ini dikarenakan ada guru yang memberikan link video youtube lebih dari 2 dan durasinya panjang. Selain itu, video tersebut bukanlah buatan guru itu sendiri, melainkan buatan orang lain. Akhirnya guru terpacu untuk membuat video pembelajaran sendiri. Akibat pandemi ini membuat guru harus membuat video pembelajaran setiap minggunya dan diupload di youtube.  Guru pun menjadi youtuber dadakan.

    Kreatifitas guru semakin meningkat dan materi video di youtube pun semakin indah dan komunikatif. Siswa jadi merasa belajar langsung dengan gurunya. Pandemi covid-19 ini ternyata tidak hanya menimbulkan hal negatif, tetapi juga positif. Kemampuan guru dalam hal IT dan penguasaan materi pelajaran semakin meningkat pesat. Dan siswa pun menjadi lebih mandiri untuk mengeksplor pelajaran. 

    Mari kita tingkatkan kemampuan dan kreatifitas kita sebagai guru youtuber....Semangat



BY KUSRINAWATI

11 Feb 2021

FUTURE EDUCATION

 

    Pandemi Covid-19 secara tidak langsung memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan teknologi. Karena pandemi inilah maka semua instansi melakukan kegiatannya di rumah. Belajar dan bekerja dari rumah. Dalam dunia pendidikan tentunya hal ini sangat berpengaruh, baik kepada siswa maupun guru. Kekhawatiran tentang kualitas pendidikan akibat pandemi menjadi pertanyaan semua pihak.

    Hal positif akibat adanya pandemi covid-19 ini antara lain dengan penggunaan teknologi sebagai media pengganti pembelajaran tatap muka. "Future education has come early". Dunia pendidikan yang memanfaatkan bantuan teknologi dalam proses pembelajaran membuat tenaga pendidik dan kependidikan berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan IT nya.

      Kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi menjadi tantangan tersendiri. Berbagai cara dan metode yang efektif serta efisien terus digali untuk bisa membuat siswa yang belajar di rumah, tetap bisa menerima ilmu seperti saat tatap muka. Penggunaan teknologi dalam pendidikan ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan siswa menjadi kompeten di abad-21.  Keterampilan yang paling penting pada abad ke-21 ialah self-directed learning atau pembelajar mandiri sebagai outcome dari edukasi. Apakah hanya guru yang belajar tentang pemanfaatan IT untuk pembelajaran ini? Tentu saja tidak. 

    Siswa dituntut dan dipaksa untuk bisa memanfaatkan teknologi yang ada selama belajar di rumah. Siswa akhirnya harus bisa menjadi seorang self-directed learning. Siswa menjadi lebih mandiri dan mampu mengeksplor pengetahuan secara mandiri. Tentunya semua itu harus disertai dengan pengawasan orangtua di rumah.

    Guru sebagai fasilitator harus bisa memberikan pelayanan terbaik untuk siswa. Kemampuan IT guru harus terus ditingkatkan agar fasilitas layanan pembelajaran daring bisa berlangsung optimal. Selain itu, guru juga harus mensosialisasikan serta memberikan panduan belajar di rumah kepada orangtua siswa. Karena orangtua siswa merupakan pengganti kehadiran guru di saat pandemi.

    Orangtua pun dituntut untuk bisa berperan sebagai guru bagi anaknya. Pendidikan yang selama ini telah berjalan membuat orangtua mempercayakan kepada guru di sekolah untuk mendidik anak-anak mereka. Akibat dari pandemi ini, guru dan orangtua berkolaborasi untuk mendidik anak-anak di rumah. 

    Kendala mulai bermunculan saat pembelajaran daring. Berbasis teknologi, tentu tak lepas dari internet. Pembelajaran online menuntut ketersediaan sarana berupa hp, laptop, tablet ataupun PC yang terkoneksi dengan jaringan internet. Para pemangku kebijakan dalam pendidikan tentunya telah melakukan antisipasi. Permasalahan ini sedikit demi sedikit diselesaikan dengan adanya bantuan kuota dari Pemerintah. Siswa yang tidak mampu, diberikan pinjaman tablet dari sekolah beserta kuotanya. Maka pendidikan di masa pandemi inipun bisa berjalan tanpa hambatan.


BY KUSRINAWATI  

    

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes